Bantuan 300 Life Jacket pada Pelayaran Rakyat Cilacap


IMG-20171128-WA0035

DermagaSelasa, 28 November 2017
CILACAP (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) kembali memberikan bantuan 300 unit life jacket kepada pengusaha kecil pelayaran rakyat di Cilacap sebagai bentuk tanggungjawab Pemerintah selaku pengawas keselamatan pelayaran.
Penyerahan bantuan life jacket ini diberikan secara simbolis oleh Direktur KPLP yang diwakili oleh Kepala Sub Direktorat Sarana dan Prasarana Direktorat KPLP, Sri Rejeki Budi Rahayu pada saat acara Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Tahun 2017 di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cilacap, Jawa Tengah pada hari ini Selasa (28/11/2017).
Cilacap menjadi lokasi ketiga yang dipilih sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Tahun 2017 dengan tema “Keselamatan Pelayaran Adalah Tanggung Jawab Bersama.” Sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di Banda Aceh dan Banjarmasin.
Cilacap merupakan daerah pesisir yang dikenal sebagai kota pelabuhan penting Indonesia dan penghasil ikan sehingga keberadaan pelayaran rakyat menjadi sangat penting dalam kegiatan perekonomian masyarakat sekitar.
Menurut Sri Rejeki, sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia masih tetap membutuhkan pelayaran rakyat sebagai salah satu moda transportasi penghubung antar pulau serta menjadi sarana utama dalam mewujudkan konektivitas antar pulau di Indonesia.
“Untuk itu guna memenuhi aspek keselamatan, maka perlu diperlengkapi dengan peralatan keselamatan yaitu Life Jacket untuk mengantisipasi terjadinya musibah di laut,” ujar Sri Rejeki.
Lebih lanjut, Sri Rejeki menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah tengah gencar melakukan pengembangan dan mendorong bangkitnya pelayaran rakyat dengan harapan dapat meningkatkan pelayanan dan manajemen keselamatan pelayaran rakyat yang melintasi daerah-daerah pedalaman.
“Selain itu, Kemenhub terus mendorong pelayaran rakyat untuk dapat melakukan penetrasi pasar ke daerah-daerah yang memiliki alur pelayaran dengan under keel clearance kecil pada sungai-sungai dan danau-danau sekaligus membantu meningkatkan kemampuan rakyat ekonomi kecil dan menengah untuk menciptakan lapangan kerja dan usaha rakyat untuk angkutan laut nasional,” jelasnya.(aliy)
Foto: Humas Ditjen Hubla/Indi Astono

0 komentar: