Membangun Pendidikan Karakter Melalui Keteladanan Guru


Kemendikbud – Guru sebagai salah satu aktor penting dalam pendidikan nasional memiliki peranan strategis dalam implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Sejalan dengan semangat nawa cita, peringatan hari guru nasional tahun 2017 mengambil tema “Membangun Pendidikan Karakter melalui Keteladanan Guru”.


"Guru sebagai sosok utama dalam satuan pendidikan formal memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga," disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional di lapangan Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (25/11).


Hari Guru Nasional (HGN) diperingati setiap tanggal 25 November setiap tahunnya, sesuai dengan Keputusan Presiden nomor 78 tahun 1994, yang dikuatkan Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Melalui peringatan HGN, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan suasana sekolah seperti ajaran Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara.



Hasil gambar untuk guru teladanMenurut Mendikbud hal penting saat ini yang harus disadari oleh semua pendidik adalah perlunya pendidikan karakter generasi penerus bangsa. Peserta didik masa kini selain perlu memiliki keterampilan abad ke-21, namun juga harus memiliki bekal jiwa Pancasila yang baik guna menghadapi dinamika perubahan yang sangat cepat dan tidak terduga.



“Guru harus dapat berperan sebagai ‘the significant other’ bagi peserta didik. Guru harus menjadi sumber keteladanan. Dan semua pihak perlu mendukung guru-guru kita untuk mewujudkan generasi yang cerdas, kompetitif, dan berakhlak mulia,” pesannya.



Peningkatan Profesionalisme Guru  



Momentum Hari Guru Nasional, menurut Mendikbud, hendaknya dapat dijadikan refleksi, tentang profesionalisme guru, apresiasi kepada guru, serta beragam kebijakan yang bermuara pada upaya mengembalikan kemuliaan dan martabat guru, serta tentunya kesejahteraan para pendidik bangsa.



"Sungguh, profesi guru adalah mulia dan terhormat. Menjadi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan dengan panggilan jiwa, panggilan hidup, untukmengabdi secara tulus demi kemajuan anak bangsa," ujar Mendikbud.



Mendikbud menyampaikan, bahwa pemberian tunjangan profesi bagi guru yang telah tersertifikasi, serta tunjangan khusus bagi guru yang mengabdi di daerah khusus akan terus menjadi perhatian pemerintah. Demikian pula upaya untuk terus menambah guru-guru agar menjadi semakin produktif dengan sertifikasi keahlian ganda untuk memenuhi kebutuhan pendidikan kejuruan.



Kompetensi guru menjadi salah satu fokus perhatian Kemendikbud dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru yang dilaksanakan tahun 2017 merupakan kelanjutan dari Pengembangan Profesi Bagi Guru Pembelajar (PPGP). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru. Salah satu dampak positif program pengembangan profesi ini ini ditunjukkan dengan meningkatnya capaian nilai uji kompetensi guru (UKG) dengan rata-rata nasional 70. Sebelumnya, pada tahun 2016, nilai rata-rata nasional UKG adalah 56,69.



Hasil UKG menjadi acuan para guru dalam melakukan penilaian diri (self assessment) tentang kompetensinya, sehingga kemudian dapat dapat menetapkan target pengembangan diri. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dilakukan melalui tiga moda, yaitu moda tatap muka, moda dalam jejaring (daring) murni, dan moda daring kombinasi. Pelaksanaannya dapat dilakukan di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional.



Sejalan dengan hal tersebut, program penyediaan Guru Garis Depan (GGD) untuk mencapai pemerataan pendidikan yang berkualitas di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) terus dilakukan. Tidak hanya menjadi pendidik, para GGD juga berperan menjadi agen perekat kebinekaan yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Tahun ini, sebanyak 6.296 orang guru yang telah melalui seleksi ketat ditempatkan di 93 kabupaten, pada 14 provinsi Indonesia. Sebelumnya, pemerintah menugaskan 597 GGD di daerah 3T di 28 kabupaten, pada empat provinsi.



Pekan Kreativitas dan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan 2017



Sepekan jelang peringatan hari guru nasional, Kemendikbud menyelenggarakan Pekan Kreativitas dan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan yang meliputi berbagai kegiatan yang memotivasi serta mengapresiasi guru dan tenaga kependidikan, di antaranya seperti lomba inovasi pembelajaran, lomba pengelolaan satuan pendidikan, penulisan naskah buku, simposium guru, pameran karya, dan beragam lokakarya yang membahas tentang upaya meningkatkan kapasitas guru untuk menyiapkan generasi abad ke-21.



Berbagai lomba yang diadakan untuk guru dan tenaga kependidikan yang diselenggarakan merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan program stimulan kepada para guru untuk terus terpacu meningkatkan diri sebagai pendidik yang profesional.



Pameran karya guru dilaksanakan selama dua hari, yakni 24 dan 25 November 2017 di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Ki Hajar Dewantara, Kemendikbud, Senayan, Jakarta. Dalam pameran ini, guru dan tenaga kependidikan terpilih diberikan kesempatan untuk menampilkan karya inovasi guru baik secara individu maupun komunitas.



Simposium guru diikuti oleh sekitar 650 orang guru dari berbagai wilayah di tanah air. Di antaranya sebanyak 240 guru pendidikan dasar, 100 orang guru pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat, 130 orang guru pendidikan menengah, serta 180 orang tenaga kependidikan.



Mendikbud menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua asosisasi profesi, dan organisasi guru yang telah menjadi mitra pemerintah dalam memajukan pendidikan nasional, khususnya memajukan guru Indonesia.



“Upaya pemerintah pusat tentu memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, sangat pantas kita berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah ikut membantu meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru,” kata Mendikbud. (*)

0 komentar:

Banjir Kepung Bantul, 2 Jembatan Antar-Kecamatan Ambrol

Liputan6.com, Bantul - Hujan deras yang mengguyur Daerah Istimewa Yogyakarta, selama dua hari terakhir nyaris tanpa henti menimbulkan banjir dan meluapkan sejumlah sungai. Bahkan, dua jembatan di Kabupaten Bantul, ambrol.

Akibatnya, akses jalan yang menghubungkan Desa Srihardono dengan Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong serta Desa Tamantirto dengan Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, terputus.
Usia jembatan gantung yang berada di Kecamatan Pundong itu sudah tua dan belum sempat diperbaiki. Sementara jembatan di Kecamatan Kasihan sebagai akses jalan utama, sehingga warga yang melintasi wilayah itu harus menggunakan jalur alternatif dan memutar beberapa kilometer.
"Jembatan gantung roboh karena terbawa arus air Kali Opak yang meluap," ucap Kepala Desa Seloharjo, Mahardi Badrun, Selasa (28/11/2017). Ia menjelaskan, robohnya jembatan berlangsung dramatis dan beberapa warga sempat mengabadikan lewat telepon seluler atau ponsel.
Banjir juga mengakibatkan 20 hektare lahan padi yang berusia 35 hari di Desa Donotirto, Kecamatan Kretek, Bantul, tergenang. Banjir yang menggenangi kawasan itu juga membuat 20.000 ekor ikan di kolam milik warga setempat hilang.
Talut Sungai Winongo yang membelah Desa Donotirto, juga longsor sepanjang 20 meter. Jalan kampung di samping talut pun terancam. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto, mengatakan sampai saat ini masih menghimpun data kerusakan akibat bencana banjir dan longsor.
"Kami akan mengecek ke lokasi dan petugas masih melakukan update data terbaru," ujar Dwi.
Bencana banjir tak hanya terjadi di Kabupaten Bantul, DIY. Tingginya curah hujan di Provinsi Jambi, juga mulai menimbulkan bencana. Terkini, ada beberapa daerah dilanda banjir dan tanah longsor. Seperti di Kabupaten Sarolangun, Tebo, dan Kota Sungaipenuh.
Iwan, salah seorang sopir travel jurusan Kota Jambi-Kota Sungaipenuh mengatakan, longsor terjadi di jalur Kota Sungaipenuh menuju daerah Tapan. Tepatnya di kilometer 35 dan 37.
"Sampai Senin siang tadi, jalur masih tertimbun longsor. Lalu lintas lumpuh, dan kabarnya ada satu mobil terjebak longsor juga," ujar Iwan saat dihubungi, Senin malam, 27 November 2017.
Menurut Iwan, jalur Kota Sungaipenuh menuju Tapan memang rawan akan longsor. Sebab jalur tersebut diselingi tebing yang cukup tinggi. Apabila masuk musim penghujan maka bisa memicu longsor.
Longsor tersebut juga dibenarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sungaipenuh, Paunal Akhyar. Untuk mengatasi longsor tersebut, pihaknya sudah menurunkan sejumlah alat berat ke lokasi dengan dibantu petugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC).
"Daerahnya memang rawan akan longsor karena kondisi tanah yang labil," ujar Paunal.
Ia pun mengimbau agar warga berhati-hati saat melintasi jalur Kota Sungaipenuh menuju Tapan. Jalur berstatus jalan nasional dikenal sebagai langganan longsor saat musim hujan tiba.


0 komentar:

Kegiatan Pramuka - Giat SGTD (Siaga, Galang, Tegak, Dega)

Kegiatan Pramuka atau dalam bahasa lainya kita sebut kepramukaan pada materi Pengertian Pramuka, Kepramukaan dan Gerakan Pramukatelah kita ulas secara umum di Materi Pramuka ini. Secara lebih jelasnya mengenai beberapa aktivitas kepramukaan tingkat siaga, penggalang, penegak dan pandega akan kita ulas secara terpisah di postingan kali ini, atau hadhara dapat menyebutnya dengan singkat Giat SGTD.
 Hasil gambar untuk pramuka nusawungu
Materi Pramuka kali ini sangat sederhana sekali, karena sahabat-sahabat pramuka di seluruh Nusantara pasti secara umum telah mengetahuinya, sehingga postingan kali ini hanya berfungsi sebagai feedback (umpan balik) dari ilmu-ilmu pramuka yang telah diketahui, khusus para pembina mungkin saja dapat memberikan masukkan sebagai penambahan relevansi yang lebih baik.

Berikut Beberapa Kegiatan Pramuka yang ada berdasarkan golongan keanggotaan.
Kegiatan Pramuka Siaga
Perkemahan Sehari (Persari)
Kegiatan pramuka siaga ini mencakup kegiatan di luar lapangan (out door activity) yang lebih banyak bermain di alam bebas. Pada tahap ini, model perkemahanya hanyalah sehari saja, kalau saya menyebutnya dengan P4 (Pergi Pagi Pulang Petang) untuk mengajarkan kepada para siaga nilai kekompakan dan mini edukasi dari para pembina (yanda dan bunda). 

Darmawisata
Para Pramuka Siaga pergi ketempat-tempat tertentu sebagai ajang rekreasi dan menambah pengalamanya, setelah itu menceritakan apa saja yang telah di dapat dari hasil perjalanan yang di lalui. hal ini untuk melatih nilai responsive dan kepedulian para anggota pramuka terhadap sesama dan lingkungan serta melatih daya ingat yang dimiliki.

Karnaval
Tidak berbeda dengan karnaval pada umumnya, para siaga melakukan pawai serta menampilkan hasil karya kreativitasnya

Kegiatan Lainya
Beberapa kegiatan Pramuka siaga yang lain misalnya permainan bersama, pameran siaga, pasar siaga, pentas seni budaya pramuka dan lain-lain.
Kegiatan Pramuka Penggalang
Jambore
Jambore merupakan pertemuan pramuka penggalang dalam bentuk perkemahan besarm atau sering disebut dengan pesta penggalang, Jambore diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka setempat. Misalnya Jambore Nasional di selenggarakan oleh Kwartir Nasional (se Indonesia) , Jambore Daerah di selenggarakan oleh Kwartir Daerah (Se provinsi), Jambore Cabang di selenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kabupaten), dan Jambore Ranting di selenggarakan oleh Kawrtir Ranting (Kecamatan).

Lomba Tingkat 
Lomta tingkat adalah pertemuan regu pengalang dalam bentuk lomba kegiatan kepramukaan (rally scout). Lomba tingakt di laksanakan mulai dari tingkat gugus depan (LT-I), Ranting (LT-II), Cabang (LT-III), Daerah (LT-IV) dan Nasional (LT-V). Setiap regu penggalang terbaik pada setiap lomba tingkat, berhak ikut serta ke tingkat tertinggi (LT-V).

Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru)
Kegiatan ini diperuntukan untuk Pimpinan Regu dan Wakil Pimpinan Regu untuk dilatih keterampilanya dalam memimpin anggota pramuka penggalang yang lainya. 

Kegiatan Lainya 
Sama halnya seperti pramuka siaga, pramuka penggalang juga masih ikut serta dalam kegiatan karnaval, pentas seni budaya, darmawisata dan lain sebagainya serta ikut dalam aneka ajang perkemahan, wide games dan lain sebagainya.
Kegiatan Pramuka Penegak dan Kegiatan Pramuka Pandega
Pramuka Penegak dan Pandega sudah memiliki nilai karakteritik kesamaan kegaitan, meskipun pada beberapa kegiatan terdapat perbedaan, namun secara umum masih dapat dikatakan sama. Kegiatan kepramukaan untuk golongan Pramuka Penegak dan Pandega ini meliputi :

Raimuna
Raimuna, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti Raimuna Ranting, Raimuna Cabang, Raimuna Daerah, Raimuna Nasional.

Perkemahan Wirakarya (PW)
Perkemahan Wirakarya (PW) adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk perkemahan besar, dalam rangka mengadakan integrasi dengan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan pembangunan masyarakat. PW diselenggarakan oleh semua jajaran kwartir secara reguler, khusus untuk PW Nas, diselenggarakan apabila dipandang perlu.

Gladian Pimpinan Satuan
Gladian Pimpinan Satuan, adalah kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega bagi Pemimpin Sangga Utama, Pemimpin Sangga, dan Wakil Pemimpin Sangga dan pengurus Dewan Ambalan / Racana, yang bertujuan memberikan pengetahuan di bidang manajerial dan kepemimpinan. Dianpinsat diselenggarakan oleh gugusdepan, kwartir ranting atau kwartir cabang. Kwartir daerah dan Kwartir Nasional dapat menyelenggarakan Dianpinsat bila dipandang perlu.

Perkemahan
Perkemahan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang diselenggarakan secara reguler untuk mengevaluasi hasil latihan di gugusdepan dalam satu periode, seperti Perkemahan Saptu Minggu (Persami), Perkemahan Jum'at Saptu Minggu (Perjusami), perkemahan hari libur, dan sejenisnya.

Perkemahan Bakti
Perkemahan Bakti (Perti), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk perkemahan besar, dalam rangka mengaplikasikan pengetahuan dan pengalamannya selama mengadakan pembinaan, baik di gugusdepan maupun di Satuan karya Pramuka (Saka) dalam bentuk bakti kepada masyarakat.

Pengembaraan
Pengembaraan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk penjelajahan, dalam rangka mengaplikasikan pengetahuan tentang ilmu medan, peta, kompas dan survival. 

Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK)
Latihan Pengembangan Kepemimpinan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menanamkan dan mengembangkan jiwa kepemimpinan bagi generasi muda agar dapat ikut serta dalam mengelola kwartir dan diharapkan di kemudian hari mampu menduduki posisi pimpinan dalam Gerakan Pramuka.

Latihan Pengelola Dewan Kerja (LPDK)
Latihan Pengelola Dewan Kerja, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman mengenai manajemen Dewan Kerja, sehingga para anggota Dewan Kerja dapat mengelola dewan kerjanya secara efektif dan efisien.

Kurus Instruktur Muda
Kursus Instruktur Muda, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega pengembangan potensi Pramuka, baik sebagai Pribadi, kelompok maupun organisasi untuk mensukseskan pelaksanaan upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pengentasan Kemiskinan dan Penanggulangan Bencana. 

Penataran
Penataran, Seminar, dan Lokakarya, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk mengkaji suatu permasalahan dan merumuskan hasil kajian serta memecahkan masalah secara bersama, sebagai bahan masukan bagi perkembangan Gerakan Pramuka.

Sidang Paripurna (Sidpar)
Sidang Paripurna, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyusun program kerja bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam satu tahun program, dan akan dijadikan bahan dalam Rapat Kerja Kwartir.

Musppnaitera
Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandega Puteri dan Putera (Musppanitera), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyusun perencanaan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kwartir dalam satu masa bakti kwartir/dewan kerja dan akan dijadikan bahan pada musyawarah kwartirnya. 

Demikianla beberapa diantara kegiatan kepramukaan yang ada di Indonesia, semoga mudah di pahami dan sampai jumpa pada materi pramuka selanjutnya. 



0 komentar:

Kambing Jawa Randu Digadang-Gadang Jadi Ikon Cilacap

CILACAP, (CIMED) – Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap kambing Jawa Randu jadi ikon daerah ini. Pasalnya, kambing Jawa Randu merupakan asli Cilacap dan salah satu sentranya berada di wilayah Kecamatan Karangpucung. Selain menjadi ikon daerah, kambing ini diharapkan mampu mendongkrak taraf hidup masyarakat peternak.


Hal itu dikemukakan PLT Sekda Cilacap, Drs. Farid Ma’ruf, MM saat membuka Kontes dan Expo Ternak Kabupaten Cilacap 2017 yang digelar di lapangan Holcim Jalan Damar, Cilacap Utara, Minggu (22/10/2017).


“Kalau di Kaligesing Purworejo mempunyai ikon ternak kambing Etawa atau Kambing Kaligesing yang sudah terkenal, di Kabupaten Cilacap khususnya di wilayah Kecamatan Karangpucung dan sekitarnya juga mempunyai sentra ternak kambing Jawa Randu. Dan saat ini telah mulai berkembang juga ternak Kambing Sapera yaitu kambing hasil persilangan Saanen dan Peranakan Etawa,” kata Farid yang juga menjabat sebagai Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cilacap.


Untuk itu, lanjut Farid, potensi tersebut perlu terus dikembangkan, perlu lestarikan agar tidak punah, atau agar tidak diklaim menjadi ikon daerah lain.
“Salah satu cara yang ditempuh adalah melalui event-event seperti kontes ternak ini. Saya berharap expo ini tiap tahun bisa dilaksanakan,” ujarnya.



Menurutnya, melalui kontes ternak diharapkan dapat memotivasi para ppeternak kambing untuk beternak lebih profesional menggunakan bibit-bibit yang berkualitas. Disisi lain juga diharapkan mendongkrak harga kambing di pasaran, khususnya kambing Jawa Randu.


“Peternak yang profesional menghasilkan ternak-ternak kambing yang berkualitas, harga jual yang tinggi, tentunya akan meningkatkan taraf hidup manyarakat peternak kita,” ujarnya. 


Hal lain yang tidak kalah penting dalam pengembangan ternak kambing adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan protein hewani yang berasal dari daging kambing. Terpenuhinya kebutuhan daging akan meningkatkan kesehatan masyarakat.


“Kemudian pembudidayaan ternak yang diintegrasikan dengan budidaya pertanian secara luas akan menghasilkan ekosistem yang lebih stabil. Kekurangan unsure hara dalam tanah tidak ditambah dengan pupuk kimia, tetapi cukup dipupuk dengan pupuk kandang yang berasal dari kotoran ternak tersebut.


Dia mengungkapkan, berdasarkan data statistik jumlah kambing di Kabupaten Cilacap pada tahun 2015 sebanyak 100.245 ekor dan terbanyak berada di Kecamatan Karangpucung yaitu 36.301 ekor.


"Sedangkan domba pada tahun 2015 di Kabupaten Cilacap sejumlah 23.517 ekor," ungkapnya.


Di musim Idhul Adha 1438 Hijriah, kambing dari Kabupaten Cilacap telah dipasok untuk memenuhi kebutuhan kurban di Ibukota Jakarta maupun kota-kota lainnya, selain memenuhi kebutuhan hewan kurban kambing di Kabupaten Cilacap yang mencapai sekitar 7.000 ekor.
Hasil gambar untuk kambing jawa randu

“Ini semua adalah potensi yang perlu terus kita kembangkan bersama-sama. Agar terdapat sinergi yang kuat diantara para pelaku usaha ternak kambing. Mulai dari peternak, Asosiasi peternak, pelaku usaha bidang peternakan maupun dari pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap,” tandasnya.


Karenanya, kata Farid, dalam rangka pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan diharapkan para pimpinan BUMN, BUMD , perbankan dan perusahaan swasta dapat menyalurkan dana CSRnya antara lain melalui budidaya ternak yang dilaksanakan melalui kelompok tani ternak.


“Saya yakin apabila kita semua dapat bersinergi dalam pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Cilacap potensi ternak  kita akan semakin berkembang dengan pesat,” katanya.


Sementara itu Ketua Panitia Kontes dan Expo Peternakan Kabupaten 2017, Ir. Daryono yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian setempat mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati bulan bakti peternakan 2017 yang jatuh pada bulan September dan berakhir Oktober.


“Tujuannya untuk memotivasi para peternak agar berupaya dan berusaha lebih giat lagi. Sekaligus sebagai ajang promosi khususnya peternakan kambing,” kata Daryono.


Disebutkan, peserta adalah petani peternak yang ada di Kabupaten Cilacap dari ujung Timur hingga Barat yakni dari Kecamatan Nusawungu hingga Dayeuhluhur. Ditambah peserta dari luar daerah dan para pelaku usaha dibidang peternakan.


“Jumlah peserta yang ikut dalam kontes ternak ini sebanyak 100 peserta. Adapun kontes ini terbagi menjadi dari dua kategori penilaian yaitu kelas A dan B. Kategori kelas A yaitu kambing Etawa berdasarkan gigi yang sudah poel dua. Sedangkan kelas B yaitu kambing Jawa Randu berdasarkan gigi poel satu untuk jantan dan betina,” bebernya.


Kontes tersebut diikuti berbagai jenis kambing dan domba, diiantaranya Peranakan Etawa, Jawa Randu, Saneen, Broer dan Domba.

Oleh Wagino  
http://www.cilacapmedia.com



0 komentar:

Kecelakaan Bus Wisata SD Banjarwaru 03

PURWOREJO, SATELITPOST-Satu bus yang membawa rombongan murid SD terguling di ruas Jalan Daendels wilayah Desa Wonosari, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jumat (24/11) setelah bertabrakan dengan satu truk. Bus pariwisata tersebut membawa murid SD Banjarwaru 03 Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap.
Dari insiden tersebut, kernet truk, Sigit Marwanto, warga Sukorini, Manisrenggo, Klaten, meninggal dunia di lokasi kejadian karena terlempar saat tubrukan. Sedangkan sopir bus, Wildan (28) dan sopir truk, Dwi Hartanta (21) luka ringan. Wildan adalah warga Bumiayu, Brebes. Sedangkan Dwi Hartanta warga warga Randusari, Prambanan, Klaten. Sementara, puluhan penumpang bus dilarikan ke rumah sakit.
Dikutip Tribun Jogja, peristiwa terjadi sekitar pukul 08.41 WIB. Kejadian bermula ketika truk bernomor polisi B 9787 KDC yang dikemudikan Dwi Hartanto melaju dari arah Yogyakarta menuju Kebumen tiba-tiba oleng dan masuk lajur kanan.
Dari arah berlawanan melaju bus Efisiensi AA-1492-ED pengangkut rombongan wisata SDN 3 Banjarwaru, Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Kedua kendaraan itu akhirnya saling bertubrukan di bagian sudut kanan dengan keras.
Truk terguling di parit sawah pinggir jalan sedangkan bus terguling melintang di tengah jalan. “Mungkin karena tidak mengenakan safety belt, kernet truk terlempar keluar akibat benturan itu dan tewas di lokasi kejadian,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Purworejo, AKP Himawan Aji.
Sopir kedua kendaraan itu mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Rizki Amalia Temon. Demikian pula dengan puluhan penumpang bus yang terdiri dari para pelajar serta wali murid dan guru.
Informasi dihimpun, sebanyak 16 orang dilarikan ke RS Rizki Amalia Temon, 15 orang dilarikan ke RS Rizki Amalia Lendah, empat orang di RSUD Wates, dan 12 orang di Puskesmas Ngombol.
Di RS Rizki Amalia Temon, kebanyakan penumpang mengalami luka bentur maupun luka gores terkena pecahan kaca. Dari sekian banyak korban, hanya empat orang saja yang mengalami luka berat seperti patah tulang yakni sopir truk dan tiga penumpang bus.
“Penyebab kejadian belum bisa dipastikan namun dugaan awal karena truk mengalami selip. Apalagi, bidang jalannya lurus dan sedang turun hujan lebat,” kata Himawan.
Pihaknya sudah terjun ke tempat kejadian untuk mengondisikan keadaan. Badan bus yang melintang di tengah jalan berhasil dibalikkan kembali sekitar pukul 13.00 setelah mobil derek didatangkan. Kedua kendaraan sudah diamankan di Polres Purworejo.
“Kami akan pastikan lagi penyebabnya setelah sopir truk bisa dimintai keterangan. Saat ini masih dirawat di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan,” kata Himawan. (kholil_rokhman@yahoo.com)
Bus Bawa 41 Penumpang
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Warsono belum mengetahui secara persis kronologis kejadian kecelakaan  yang menimpa rombongan dari Sekolah Dasar Banjarwaru 03 Kecamatan Nusawungu. Meskipun tidak ada korban jiwa dari siswa, namun untuk mengetahui secara persisnya, dia juga melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian.
“Saya sedang di jalan menuju ke Ngombol lalu ke Wates, untuk mengecek kecelakaan yang terjadi pada siswa-siswi SD Banjarwaru. Jadi belum mengetahui kronologisnya secara pasti,” ujarnya, Jumat (24/11) sore kemarin.
Namun dia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima olehnya, siswa-siswi SD Banjarwaru 03 Nusawungu ini akan melakukan rekreasi edukatif ke Yogyakarta. Ada dua bus yang diberangkatkan, karena selain para siswa, orangtua, wali murid juga turut serta dalam rekreasi edukatif ini.
“Mereka akan melakukan rekreasi edukatif ke Yogyakarta, selain refreshing sekaligus untuk pendidikan. Untuk kelasnya saya belum tahu,” katanya.
Pada saat perjalanan, satu bus efisiensi dengan nomor polisi AA 1492 ED yang ditumpangi sebanyak 41 orang siswa dan orangtua serta guru ini mengalami kecelakaan di Jalan Deandles Desa Wonosari kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo. Akibatnya, ada beberapa siswa dan orang tua yang mengalami luka-luka.
“Informasi sementara dari 41 (penumpang) itu yang luka agak parah satu orang, tangannya patah tulang dibawa ke Siaga Medika Purwokerto, selebihnya dirawat di dua tempat di Puskesmas Ngombol tinggal 3 orang, dua orang tua wali murid dan satu siswa, dan satu lagi (dirawat) ada di Wates,” ujarnya.
Selebihnya mengalami luka ringan, dan kata dia sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Sama seperti satu bus lainnya yang tidak mengalami kecelakaan, juga dipulangkan karena keadaan tersebut.
Berdasarkan informasi, terjadi kecelakaan bus yang membawa rombongan siswa SD Banjarwaru Nusawungu dengan truk bernomor polisi B 9787 KDC, Jumat kemarin. Kecelakaan tersebut mengakibatkan bus yang ditumpangi oleh para siswa dan orangtua ini terguling. Sedangkan truk mengalami ringsek pada bagian depan. Satu orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. (ale)

0 komentar:

Warga kroya inginkan Fly Over,

KROYA-Meski kajian terkait solusi untuk pengurangan kemacetan di perlintasan rel kereta api di Kroya opsinya pembangunan underpass di perlintasan Sigong, namun warga Kroya tetap menghendaki adanya fly over. Sebab underpass di Sigong dinilai bukan solusi kemacetan di Jalan Ahmad Yani Kroya. Namun itu solusi untuk perlintasan Sigong yang sudah sering kali memakan korban jiwa karena perlintasannya tanpa palang pintu. “Yang kami maksud itu solusi untuk perlintasan Jalan Ahmad Yani Kroya yang perlu dikaji secara mendalam. MACET : Di perlintasan keret aapi Jalan Ahmad Yani selalu terjadi kemacetan panjang setiap ada kereta lewat. Warga tetap bersikeras agar di lokasi ini dibangun fly over. SYAIFUDIN/RADARMAS Usulan kami tetap fly over. Soal di Sigong mau dibangun apa, terserah PT KAI dan Perhubungan,”kata Idam Asih Anda, SE dari Forum Masyarakat Kroya (ForMakro). Menurut dia, kajian yang mendalam untuk perlintasan di Jalan Ahmad Yani merupakan solusi jangka panjang. bukan hanya opsi untuk sekarang saja. Sebab Kroya akan terus berkembang. Jika tidak ada rencana pembangunan jangka panjang, maka seterusnya akan menimbulkan persoalan.“Sekarang saja kalau jam-jam sibuk kemacetan di Kroya sudah mirip di Jakarta. Parah dan menyebalkan sebab hingga sekarang belum ada solusi yang paten,”tandas dia. Untuk itu perlu ada kajian yang mendalam supaya ke depan Kroya terhindar dari persoalan lalu-lintas yang pasti akan semakin ruwet jika jalur rel ganda sudah dioperasikan. Sekarang ini saja penutupan perlintasan saat kereta melintas, menyebabkan antrian panjang. “Satu kendaraan bisa menghabiskan waktu lebih dari 20 menit hanya untuk melintas di jalan yang panjangnya tidak lebih dari 500 meter, ini kan perlu dicarikan solusi, bukan jalan alternatif,”tegas dia. Kepala Desa Pucung Lor yang pernah ikut pertemuan pasca tabrakan antara kereta api dan travel yang menyebabkan lima orang meninggal dunia mengatakan, jika memang benar untuk underpass, itu solusi untuk perlintasan Sigong. “Kalau soal fly over yang selama ini diaspirasikan oleh warga Kroya memang belum dibahas. Namun kami pernah mendengar dari Gubernur Jawa Tengah jika hal itu akan diteliti dengan seksama,”kata dia.(yan)





Copyright © Radarbanyumas.co.id

0 komentar:

Bantuan 300 Life Jacket pada Pelayaran Rakyat Cilacap


IMG-20171128-WA0035

DermagaSelasa, 28 November 2017
CILACAP (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) kembali memberikan bantuan 300 unit life jacket kepada pengusaha kecil pelayaran rakyat di Cilacap sebagai bentuk tanggungjawab Pemerintah selaku pengawas keselamatan pelayaran.
Penyerahan bantuan life jacket ini diberikan secara simbolis oleh Direktur KPLP yang diwakili oleh Kepala Sub Direktorat Sarana dan Prasarana Direktorat KPLP, Sri Rejeki Budi Rahayu pada saat acara Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Tahun 2017 di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cilacap, Jawa Tengah pada hari ini Selasa (28/11/2017).
Cilacap menjadi lokasi ketiga yang dipilih sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Tahun 2017 dengan tema “Keselamatan Pelayaran Adalah Tanggung Jawab Bersama.” Sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di Banda Aceh dan Banjarmasin.
Cilacap merupakan daerah pesisir yang dikenal sebagai kota pelabuhan penting Indonesia dan penghasil ikan sehingga keberadaan pelayaran rakyat menjadi sangat penting dalam kegiatan perekonomian masyarakat sekitar.
Menurut Sri Rejeki, sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia masih tetap membutuhkan pelayaran rakyat sebagai salah satu moda transportasi penghubung antar pulau serta menjadi sarana utama dalam mewujudkan konektivitas antar pulau di Indonesia.
“Untuk itu guna memenuhi aspek keselamatan, maka perlu diperlengkapi dengan peralatan keselamatan yaitu Life Jacket untuk mengantisipasi terjadinya musibah di laut,” ujar Sri Rejeki.
Lebih lanjut, Sri Rejeki menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah tengah gencar melakukan pengembangan dan mendorong bangkitnya pelayaran rakyat dengan harapan dapat meningkatkan pelayanan dan manajemen keselamatan pelayaran rakyat yang melintasi daerah-daerah pedalaman.
“Selain itu, Kemenhub terus mendorong pelayaran rakyat untuk dapat melakukan penetrasi pasar ke daerah-daerah yang memiliki alur pelayaran dengan under keel clearance kecil pada sungai-sungai dan danau-danau sekaligus membantu meningkatkan kemampuan rakyat ekonomi kecil dan menengah untuk menciptakan lapangan kerja dan usaha rakyat untuk angkutan laut nasional,” jelasnya.(aliy)
Foto: Humas Ditjen Hubla/Indi Astono

0 komentar:

Jangan Sebut Honorer K2 Kompetensinya Rendah


Jangan Sebut Honorer K2 Kompetensinya Rendah - JPNN.COMjpnn.comJAKARTA - Ketua Umum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih meminta pemerintah tidak mencari-cari alasan untuk menghalangi pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS.

Selain fakta di lapangan, guru honorer yang mendominasi di sekolah-sekolah, operator juga demikian.
Menurut Titi, di semua sekolah negeri yang menjadi operator IT adalah honorer.
Padahal posisi operator sangat penting karena yang memegang kendali data-data pokok pendidikan masing-masing sekolah.
"Katanya honorer kompetensinya rendah tapi yang dipercaya jadi operator adalah honorer juga. Kalau orang yang nggak tahu IT bagaimana bisa jadi operator," kata Titi kepada JPNN, Minggu (26/11).
Dia juga mengklaim seluruh guru honorer K2 yang mengabdi di sekolah negeri telah menyelesaikan pendidikan S1-nya sehingga tidak beralasan bila disebut kompetensinya rendah.
Halimah, operator IT salah satu SD di Magelang mengaku, semua data sekolah menjadi tanggung jawabnya untuk melaporkan ke pusat.
Lulusan sarjana ini gagal menjadi CPNS karena dinyatakan tidak lulus saat tes 2013 dari jalur honorer K2.
"Mana ada di Magelang operatornya PNS. Yang jadi operator honorer semua dan menguasai komputer lagi," tandasnya. (esy/jpnn)

0 komentar:

BINTEK KEPALA SEKOLAH

Foto Mas Slamet Kebumen.
Sebagaimana diketahui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, yang mengandung amanat bahwa Kepala Sekolah merupakan pimpinan tertinggi disekolah dituntut memiliki lima dimensi Kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial, sehingga secara bertahap dan berkesinambungan kompetensi kepala sekolah harus ditinggkatkan. Program Penguatan Kepala Sekolah merupakan salah satu program strategis Dinas Pendidikan untuk percepatan peningkatan mutu pendidikan.Hal ini didasari banyaknya hasil kajian yang mendukung bahwa kualitas sekolah sangat erat kaitannya dengan kualitas kepemimpinan kepala sekolah.Hampir tidak ada sekolah bermutu tanpa kepala sekolah yang bermutu.Dengan demikian, apabila ingin meningkatkan mutu sekolah, dimulai dengan pembenahan kepala sekolah dan pengawas sekolah dilanjutkan pembenahan guru.
Kepala sekolah mempunyai tugas yang sangat penting didalam mendorong guru untuk melakukan proses pembelajaran untuk mampu menumbuhkan kemampuan kreatifitas, daya inovatif kemampuan pemecahan masalah, berpikir kritis dan memiliki naluri jiwa kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas kami dari UPT Dinas P dan K Kecamatan Nusawungu mengundang bapak/ibu Kepala Sekolah untuk mengikuti Bimbingan Teknis dengan tema : “PENGUATAN KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH”
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada : hari Selasa, 28 November 2017 pukul 08.00 sampai dengan 15.00 bertempat di Aula UPT Dinas P dan K Kecamatan Kroya dengan peserta berjumlah 50 Kepala Sekolah terbagi dalam 6 Kecamatan se Exs Distrik Kroya
Adapun peserta dari UPT Dinas P dan K Kecamatan Nusawungu adalah

1.     Sukurudin Kepala SD Purwadadi 01
2.     Ponija Kepala SD Nusawangkal 01
3.     Diman Sodiq Muanto Kepala SD Karangputat 01
4.     Slamet Kepala SD Nusawungu 03
5.     Sopiyatun Karningsih Kepala SD Klumpit 01
6.     Luwarno Kpala SD Jetis 03
7.     Sobirin Kepala SD Banjareja 02
8.     Sutikno Wibowo Kepala SD Banjarsari 01
9.     Slamet Kepala SD Banjarwaru 04
1  .  Murtofingan Kepala SD Danasrilor 02



0 komentar:

474 GTT Tidak memenuhi standar SPM


CILACAP – dari hasil verifikasi awal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten CilacapSebanyak 474 Guru Tidak Tetap (GTT) tidak linier dan belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Paiman ketika ditemui Radarmas, Senin (20/11) mengatakan, dari data yang disetorkan UPT dan Komda, dari 4.052 GTT hanya 3.578 GTT yang linier dan memenuhi SPM. “Dari hasil verifikasi kami, ada 474 GTT yang tidak linier dan SPM. Tetapi itu belun final karena verifikasi di lapangan dari tim yang turun ke UPT dan Komda masih berlangsung,” ujarnya. Dia menjelaskan, penyebab masih adanya data GTT yang tidak linier dan memenuhi SPM bisa karena ketidaksengajaan sekolah saat mengentry data GTT yang akan disetorkan kepada UPT dan Komda, sehingga ada kekeliruan data. “Oleh karena itu kami memberi kesempatan kepada 474 GTT tersebut apabila ada kesalahan data untuk memverifikasinya dengan datang langsung ke dinas. Kalau sekolah bisa langsung saat 100 persen mengirim data GTT yang linier dan memenuhi SPM sesuai keinginan kita, tentu tidak perlu lagi ada verifikasi,” terang dia. Dia menambahkan, dalam pekan ini, dinas bersama seluruh tim verifikasi akan menggelar rapat untuk membahas temuan-temuan saat proses verifikasi di lapangan. Jika nanti di tim verifikasi hasilnya sudah bisa difinalkan, maka bisa dikirim kepada tim pengkaji terkait penerbitan surat perintah tugas bagi GTT yang linier dan memenuhi SPM. “Sampai Senin (20/11) tim yang sudah mengentry data hasil verifikasi ke dinas mencapai 76%,” pungkas Paiman. (yda)

Sumber: http://radarbanyumas.co.id/474-gtt-tidak-memenuhi-spm/
Copyright © Radarbanyumas.co.id

0 komentar:

IJAZAH TAK LINIER, UANG TUNJANGAN SERTIFIKASI GURU HANGUS

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh
 Selamat Malam Koranpendidik.com - Sebanyak tiga orang guru penerima tunjangan sertifikasi di Kabupaten Sragen terpaksa harus mengubur impiannya untuk bisa menerima tunjangan penambah kesejahteraan tersebut. Mereka gagal mendapatkan tunjangan itu setelah ijazah mereka ternyata diketahui bermasalah dan tidak sesuai dengan persyaratan. Gambar Ilustrasi Tiga guru itu diketahui memiliki ijazah yang ternyata tidak linier dengan ijazah sertifikasinya. Akibatnya, tunjangan sertifikasinya yang sebenarnya sudah hampir ditransfer ke rekening itu, akhirnya dinyatakan hangus menjelang pencairan. Hal itu disampaikan Plt Kadisdikbud Sragen, Suharto melalui Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), Sunari. Kepada Joglosemar, ia mengatakan tiga guru yang batal menerima tunjangan sertifikasi itu semuanya mengajar di jenjang sekolah dasar (SD). Mereka sebenarnya sudah memenuhi persyaratan dan lolos portofolio untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi. Akan tetapi, semua itu akhirnya batal setelah hasil verifikasi dari pusat mendapati ijazah mereka tidak linier dengan sertifikat mengajarnya. “Ada yang mengajar di SD tapi ternyata ijazahnya S1 PKN. Sehingga akhirnya nggak bisa dapat. Padahal kemarin memang sudah sempat mau pencairan, tapi setelah ada verifikasi dari pusat ijazahnya nggak linier, akhirnya nggak jadi dicairkan,” paparnya. Sumber : joglosemar.co Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.

0 komentar:

WAKIL BUPATI CILACAP BARU, IKUTI APEL BERSAMA

Hasil gambar untuk bupati dan wakil cilacapCILACAP-Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji bersama Wakil Bupati Syamsul Aulia Rahman yang telah resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Cilacap periode 2017 - 2022 pada minggu (19/11) lalu di Seamaran,selasa (21/11) pagi mengikuti Apel Pagi Bersama karyawan dan karyawati Jajaran Pemkab Cilacap di Halaman Pendopo wijayakusuma Cakti. Bupati Cilacap Tato suwarto Pamuji dalam amantnya mengatakan,bahwa apel pagi hari terasa istimewa dan berbeda,karena telah hadir wakil Bupati Cilacap yang baru Syamsul Aulia Rahman.Kehadiran Syamsul Aulia Rahman dalam apel pagi berbeda dari sebelumnya, jika selama ini apel pagi sebagai PNS, namun sekarang sebagai Wakil Bupati, maka perannya sekarang semakin berat, luas dan smakin kompleks. Semoga dengan ilmu pemerintahan dan pengalamanya selama sebagai PNS dapat diterapkan secara optima,guna menunjang kesuksesan dalam pembangunan roda Pemerintahan Kabupaten Cilacap. Bupati Tato suwarto Pamuji juga mengajak dan mohon dukungan seluruh elemen masyarakat bersama Aparatur Pemkab Cilacap, dalam mengemban amanahnya lima tahun kedepan, untuk membangun Cilacap lebih maju dan sejahtera. Sementara itu,pada kesempatan tersebut juga di lakukan Penyerahan Nomor Pokok Wajib Zakat-NPWZ Bupati Cilacap H.Tato Suwarto Pamuji,setelah Bupati menunaikan zakat Profesinya pada BAZNAS,yang diserahkan oleh Wakil Ketua BAZNAS Cilacap H.Muchsin. Usai Apel Pagi dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dengan berjabat tangan secara bergantian seluruh peserta apel kepada Bupati Cilacap H.Tato Suwarto Pamuji dan Wakl Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman, dan makan bersama di Pendopo setempat.(Arin)

0 komentar: