Besaran Kuota CPNS dan PPPK 2015

asncpns.com - Kuota penerimaan CPNS dan PPPK tahun 2015 besarannya tidak jauh berbeda seperti pada tahun 2014. Rencananya CPNS akan mendapatkan kuota lebih besar dari PPPK yaitu 60 persen dan 40 persen, sekalipun PP mengenai PPPK belum ditetapkan sampai saat ini namun kuota tersebut tetap akan diberikan sebagai antisipasi jika nanti PP PPPK turun. Besaran tersebut merupakan gambaran secara jelas mengenai formasi penerimaan ASN 2015, namun jumlah realnya belum bisa ditentukan masih dalam pembahasan.

“Meski kuota pegawai ASN masih dalam pembahasan karena disesuaikan dengan kemampuan anggaran negara, namun persentasenya telah kita berikan estimasi. Yakni CPNS 60 persen dari kuota ASN dan PPPK 40 persen,” jelas Kabid Perencanaan SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokraso (KemenPAN RB), Syamsul Rizal. Pada tahun 2014, dengan besaran persentase yang sama, jumlah kuota yang disediakan oleh pemerintah adalah 100 ribu lowongan dengan pembagian CPNS 65 ribu lowongan dan 35 ribu untuk PPPK.

Sebelum memasuki tahap penetepan jumlah formasi yang disediakan oleh pemerintah, terlebih dahulu harus menetapkan PP mengenai pengangkatan CPNS itu sendiri. Meskipun telah diketahui bahwa tahun ini telah diberlakukan moratorium, hal ini tidak menutup kemungkinan bagi beberapa formasi yang masih membutuhkan banyak pegawai untuk tetap membuka penerimaan CPNS. Formasi tersebut diantaranya adalah tenaga medis, tenaga pendidik, penyuluh, dan jabatan fungsional tertentu.


Besaran kuota CPNS memang lebih besar dibandingkan dengan besaran kuota PPPK, hal ini dikarenakan banyaknya posisi kosong yang disebabkan oleh pegawai yang telah pensiun. Untuk mengetahui kebutuhan tersebut, pemerintah telah meminta kepada seluruh instansi untuk mengajukan jumlah kebutuhan pegawai secara riil melalui sistem e-formasi, karena dari data tersebut akan memudahkan pemerintah dalam memberikan kuota kepada masing-masing instansi. Data yang dimasukkan tidak hanya kebutuhan CPNS saja tetapi juga dengan kebutuhan untuk formasi PPPK.

Sama halnya dengan jumlah kuota penerimaan CPNS, pelaksanaan rekrutmen CPNS 2015 belum bisa ditentukan. Namun untuk penetapan payung hukum mengenai rekrutmen CPNS rencananya akan ditetapkan sekitar bulan Maret atau April dan bisa diperkirakan bahwa penerimaan CPNS memasuki pertengahan tahun nanti.

Terkait dengan jumlah formasi CPNS 2015, beberapa waktu lalu Kementerian Keuangan khususnya ditjen pajak telah menerima persetujuan dari KemenPAN RB untuk melakukan penambahan pegawai sebanyak 10.000 pegawai. Bukan tanpa alasan karena target pencapaian yang harus dicapai oleh ditjen pajak lebih tinggi daripada tahun sebelumnya. Oleh karena itu untuk merealisasikan hal tersebut diperlukan banyak pegawai yang dapat mendorong tercapainya target penerimaan dari wajib pajak. Rekrutmen dikembalikan lagi pada anggaran yang tersedia di Kemenkeu, jika anggaran tidak bisa memenuhi maka rekrutmen bisa dilakukan secara bertahap mulai dri 30 atau 50 persen terlebih dahulu dan sisanya dilakukan pada tahun fiskal selanjutnya.


1 komentar:

Kurikulum 2013 Di Amputasi Menjadi Kurikulum Nasional

Kurikulum 2013 Di Amputasi Menjadi Kurikulum Nasional - Kurang matangnya Kurikulum 2013, yang dinilai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI berencana akan mengganti Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Nasional pada tahun 2018 mendatang. Direktorat Jenderal Ketenagaan Pendidikan Kemendikbud, Unifah Rosyidi seperti yang infoptk.com lansir dari surabayanews.co.id (05/04/15) mengatakan saat ini pihaknya masih belum melakukan sosialisasi karena masih fokus pada perbaikan Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Nasional.

Kurikulum Nasional Menggantikan Kurikulum 2013

Memperbaiki kekurangan

Isi yang dikandung Kurikulum 2013 sangat baik tapi dikarenakan mepetnya persiapan pelaksanaan kurikulum 2013 membuat banyak kekurangan. “Kami berpikir bahwa kurikulum ini bagus tapi juga tidak lepas dari kekurangan. Nah kekurangannya ini sedang diperbaiki,” kata Unifah. Baca juga : Kekurangan Kurikulum 2013 Adalah Kemampuan Guru Menerapkan

Kurikulum Nasional Dilaksanakan 2018

Mulai tahun 2018 mendatang kurikulum 2013 akan diganti menjadi kurikulum nasional setelah seluruh sekolah sudah menerapkan kurikulum 2013. Pergantian tersebut sebagai perbaikan atau penyempurnaan kurikulum 2013 karena selama ini masih banyak kekurangan. Pada tahun ini hanya 16.791 sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 dengan rincina 7961 sekolah merupakan sekolah pilot projek dan 8830 sekolah menerapkan kurikulum 2013 secara mandiri. Sisanya, sekolah kembali menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Ajaran Radikal

Pelaksanaan Kurikulum 2013 diwarnai permasalahan demi permasalahan seperti kacaunya distribusi buku ajar, belum pahamnya guru menerapkan Kurikulum 2013 bahkan akhir-akhir ini ditemukan buku berisi ajaran radikal di buku agama Kurikulum 2013, Hal seperti inilah yang akan di amputasi dari kurikulum 2013. #Kurikulum

0 komentar: