Pembangunan Moral Bangsa

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri.” (Al-A’raf: 96).


Dalam ayat yang mulia ini Allah menjelaskan, seandainya penduduk negeri-negeri merealisasikan dua hal, yakni iman dan takwa, niscaya Allah akan melapangkan kebaikan (kekayaan) untuk mereka dan memudahkan mereka mendapatkannya dari segala arah.

Apa yang terjadi di kampanye pemilihan presiden republik Indonesia? Tidak ada satupun calon Presiden yang mengajak untuk beriman bertakwa. Tidak seorang calon Presiden yang mengajak untuk memperbaiki moral bangsa yang kocar kacir. Tidak seorang calon Presiden yang mengajak untuk berbuat budi luhur. Tidak ada program menjaga moral agar tinggi. Tidak ada yang mengajak kepada berbuat kebaikan.
Mengapa ?
Semua calon Presiden memberikan janji untuk memakmurkan ekonomi, untuk mensejahterakan penduduk, untuk memberikan harta kekayaan yang melimpah, untuk membuat rakyat lebih makmur, untuk memberikan kenikmatan materi dunia yang fana.
Sayang sekali, mereka para calon Presiden lupa , mereka mengabaikan, mereka tidak ingat, mereka menyepelekan, mereka menganggap remeh problem bangsa Indonesia tentang moral bangsa yang sedang rendah.
Mengapa tidak ada program calon Presiden untuk memperbaiki moral bangsa ? Mengapa? Mengapa ?
Lihatlah Malaysia….. Tengoklah UMNO sekarang ini… Bicaralah dengan pejabat UMNO partai yang sedang berkuasa di Malaysia. Mereka sekarang cemas dengan moral bangsa Malaysia yang menurun drastis. UMNO segera akan memasukkan pembangunan moral bangsa Malaysia, sesuai dengan ajaran Islam, sesuai dengan petunjuk dari Al Quran.
Kalau melihat Selangor dengan menara kembar Petronas, para petinggi UMNO sedih dan kecewa. Karena hasil pembangunan ekonomi itu dinikmati oleh kelompoh china dan India. Merekalah yang sekarang ini maju dan secara pelan2 menguasai ekonomi disekitar Selangor. Bukan bangsa melayu, bukan bangsa yang berkuasa, yang menganut agama Islam. Yang tidak meimplementasikan ajaran Islam.
Bagaimana cara UMNO sebagai penguasa pemerintah Malaysia membangun moral bangsa? Jawabannya melalui pendidikan moral The Way 165 yang dikembangkan ESQ. Ary Ginanjar yang mengembangkan The Way 165, telah berpengalaman mendidik karakter sebagian bangsa Indonesia agar beriman dan bertakwa dan berhasil dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan diseluruh Indonesia, di Aceh, diseluruh Indonesia. Pusat kegiatan ada di Menara 165 di jalan TB Simatupang. Telah 9 tahun ESQ bergerak di pembangunan moral dan karakter bangsa Indonesia. Dengan swadaya, dengan membiayai program sendiri, dengan membuat slides dan training2 diseluruh Indonesia.
Andaikata janji janji calon Presiden benar terwujut, andaikata janji itu bisa terealisasikan, lalu semua penduduk Indoensia makmur, semua berkecukupan, Income per kapita naik dari USD 1000 per orang menjadi USD 5000 per orang per tahun, bahkan bisa menjadi USD 15.000 per orang pertahun….. tetapi moralnya rendah, moralnya amburadul, hanya sedikit yang beriman dan bertakwa… maka kalau mereka mati bisa-bisa masuk neraka. Apa itu yang disukai calon Presiden ? Tentu tidak bukan. Kami ingin para calon presiden memasukkan pembangunan moral kedalam program para calon Presiden. Kami yakin, pasti akan dibantu Allah dengan mendatangkan rezeki dari langit dan dari bumi. Siapa sebenarnya yang bertanggung jawab untuk membangun moral bangsa Indonesia yang 80% beragama Islam? Dahulu kegiatan itu dilakukan oleh NU dan Muhammadiyah. Sekarang keduanya asyik berpolitik praktis, para pemimpinnya lupa tugas pokoknya. Sayang sekali.
ini adalah firman Allah sebagai pegangan :
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (Ath-Thalaq: 2 — 3).
“Dan bahwasanya jika mereka tetap berjalan di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” (Al-Jin: 16).

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi.” (Al-A’raf: 96).

Sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat di atas, Allah menjadikan ketakwaan di antara sebab-sebab rezeki dan menjanjikan untuk menambahnya bagi orang yang bersyukur. Allah berfirman,

“Jika kalian bersyukur, niscaya Aku tambahkan nikmat-Ku atasmu.” (Ibrahim: 7).
“Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Alquran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.” (Al-Ma’idah: 66).
Oleh karena itu, setiap orang yang menginginkan keluasan rezeki dan kemakmuran hidup hendaknya ia menjaga dirinya dari segala dosa. Hendaknya ia menaati perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Juga hendaknya ia menjaga diri dari yang menyebabkan berhak mendapat siksa, seperti melakukan kemungkaran atau meninggalkan kebaikan.
Saya kecewa dengan program para calon Presiden Indonesia.

Tags:

 http://umum.kompasiana.com/

0 komentar: