Enam Program Prioritas Pendidikan di Tahun 2014

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemidkbud) memprioritaskan enam program pendidikan pada 2014 nanti.

Keenam program tersebut yaitu Pendidikan Menengah Universal (PMU), Kurikulum 2013, peningkatan kualitas guru, rehabilitasi dan sarana prasarana, afirmasi daerah 3T, serta Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Bidikmisi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyatakan enam program prioritas utama tersebut diwujudkan untuk mengakselerasi pembangunan sumber daya manusia (SDM), sekaligus memanfaatkan bonus demografi dan momentum 100 tahun Indonesia merdeka.

Program PMU yang secara resmi diluncurkan Mendikbud Mohammad Nuh tanggal 25 Juni 2013 yang lalu, diharapkan dapat mempercepat kenaikan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan menengah dimana  APK pendidikan menengah hingga tahun 2012 sebesar 78,9 persen.
Dengan PMU, ditargetkan pada tahun 2020 APK pendidikan menengah dapat meningkat menjadi 97 persen.
"Apabila tanpa program PMU, angka tersebut baru dicapai pada tahun 2040," kata Nuh pada keterangan pers yang diterima Republika, Kamis (22/8).

Sebagai konsekuensi logis atas dilaksanakannya kebijakan PMU ini, Kemdikbud mulai tahun pelajaran 2013/ 2014 mulai menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pendidikan menengah.
Nilai nominal BOS tersebut sebesar Rp. 1.000.000,- per siswa per tahun untuk seluruh siswa sekolah menengah baik negeri maupun swasta.
Selain itu pembangunan unit sekolah baru (USB) dan ruang kelas baru (RKB), serta peningkatan kualifikasi dan kompetensi para pendidik dan tenaga kependidikan menjadi bagian tidak terpisahkan dari program PMU ini.

Selain itu, implementasi Kurikulum 2013 juga mendapatkan perhatian serius di tahun depan meskipun pada tahun pelajaran 2013/ 2014 sekarang ini, Kurikulum 2013 telah diimplementasikan secara bertahap dan terbatas.

Terkait implementasi Kurikulum 2013 tersebut, Mendikbud mengatakan penyiapan buku dan pelatihan guru menjadi hal yang mendapat perhatian khusus agar maksud implementasi Kurikulum 2013 untuk menyiapkan manusia Indonesia yang kreatif, inovatif dapat tercapai.

Kemudian, hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus, lanjut Nuh, adalah masalah kualitas guru, distribusi guru antar satuan pendidikan dan antar wilayah yang belum merata.
Di daerah-daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, Nuh mengungkapkan, masih ada guru-guru yang belum terpenuhi kebutuhannya sesuai dengan standar pelayanan minimal.

"Upaya meningkatkan kualitas pendidikan akan terus dilakukan, antara lain melalui peningkatan kualitas guru termasuk di dalamnya sertifikasi guru," kata dia.

Menanggapi peningkatan kualitas guru tersebut, Nuh menjelaskan penataan sistem perguruan mutlak perlu dilakukan. Penataan tersebut meliputi penataan sistem di lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK), pelatihan guru, karier guru, dan sertifikasinya.

Sementara itu dalam rangka pemerataan kualitas SDM, beberapa program afirmasi akan tetap dilanjutkan dan ditingkatkan seperti pengiriman guru, pada daerah terpencil, terluar dan tertinggal (3T) dan  pengiriman pelajar asal Papua untuk melanjutkan studinya di beberapa SMA/ SMK dan Perguruan Tinggi Negeri terbaik di luar Papua.

Nuh menambahkan untuk makin memeratakan akses pendidikan, dalam tahun 2014 penyediaan bantuan siswa miskin (BSM) dan beasiswa Bidikmisi akan ditingkatkan.
Ia berharapa dengan adanya BSM dan beasiswa Bidikmisi anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi.

0 komentar: