Penyaluran Dana BSM tak tepat sasaran

Bantenbox.com–Serang, Program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dana Bantuan Siswa Miskin  Kartu Perlindungan Sosial (BSM–KPS) yang sebelumnya hanya BSM penyalurannya dinilai tidak tepat sasaran.
Sebab, siswa Sekolah Dasar (SD) penerima bantuan itu berdasarkan bagi orangtuanya yang sebelumnya mendapatkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai konpensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu.
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kabupaten Serang Solihin mengatakan, berdasarkan informasi hasil rapat para Kepsek bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang data penerima BSM–KPS berasal dari Pemerintah Desa (Pemdes) bagi orangtua siswa yang pernah mendapatkan BLSM.
“Sudah jelas tidak tepat sasaran untuk dana BSM–KPS. Orang penyaluran BLSM juga tidak tetap sasaran. Yang seharus mendapatkan tidak mendapatkan, yang tidak layak malah mendapatkan. Begitupun BSM–KPS ini tidak tepat sasaran,” kata Solihin di Serang, Sabtu (14/12/2013).
Kepsek SDN Anyer II, Kecamatan Anyer ini juga mengatakan, di sekolah yang ia pimpin seharusnya siswa sebanyak lebih dari 25 namun yang mendapatkan hanya 4 orang. Lanjut Solihin ini berdampak saling tuduh menyalahkan pihak sekolah. Padahal kenyataannya pihak sekolah hanya membantu mencairkan saja, sedangkan kebijakan dari pusat berdasarkan data dari Pemdes setempat.
“Mau gimana lagi kalau seperti ini. Mudah–mudah Kemendikbud bisa memperbaiki untuk tahun mendatang. Kasihan siswa yang seharusnya mendapatkan lantaran keterbatasan perekonomian orangtuanya, namun tidak mendapatkan BSM–KPS tersebut,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Aef Saefudin mengatakan jika daan BSM–KPS ditetapkan berdasarkan data BLSM memang kurang tepat. Menurutnya yang lebih tepat itu menggunakan data Rumah Tangga Sangta Miskin (RTSM), dimana pelaksanaan pendampingannya oleh tenaga Program Keluarga Harapan (PKH).
“Karena salah satu kriteria bantuan untuk RTSM itu ada salah satu komponennya yakni biaya pendidikan, bagi orangtua yang masih mempunyai anak duduk dibangku SD dan SMP,” ujar Aef melalui pesan singkatnya.
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Serang tahun ini hanya memperoleh kuota sebanyak 45.000 siswa SD memperoleh dana BSM–KPS berasal dari Kemendikbud melalui APBN Perubahan sebesar Rp19.125.000.000. Adapun untuk persiswa mendapatkan sebesar Rp 425.000 pertahun.
“Sedangkan untuk sistem penyalurannya dari Kemendikbud mentransfer ke Bank bjb. Kemudian orangtua siswa diwajibkan yang mengambil dana itu, dimana tidak diperbolehkan diwakilkan,” kata Pelaksana Seksi Kesiswaan Bidang SD pada Dindikbud Kabupaten Serang, Syair Arifin.

Ia menjelaskan, untuk saat ini penyaluran BSM–KPS dari 45 ribu siswa yang mendapatkan yang sudah menerima sebanyak 12.720. Kata Syair, untuk tahun ini memang tidak tepat sasaran, namun lantaran itu kewenangan berada di kemendikbud.
"Pihak kami (Dindikbud), hanya menvalidasi data saja dari setiap Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) kecamatan. Kemudian kami menyerahkan data itu ke Kemendikbud,” ungkapnya. (ars)


Sumber Berita: http://bantenbox.com/berita-penyaluran-dana-bsm-tak-tepat-sasaran.html#ixzz2ogxURPk8

0 komentar: