Ujian Nasional SD Ditiadakan

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) selaku badan independen penyelenggara Ujian Nasional (UN) memastikan bahwa mulai tahun 2014, UN untuk jenjang SD ditiadakan. Hal itu merupakan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
"UN SD sudah tidak ada lagi mulai tahun depan, yang ada hanya untuk SMP dan SMA," ujar anggota BSNP, Mungin Eddy Wibowo, kepada Suara Merdeka.
Dikatakan, hal itu diatur dalam PP 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Menurutnya, kebijakan tersenut sebagi implementasi dari semangat pendidikan dasar sembilan tahun. Dengan demikian, diharapkan peserta didik yang lulus dari jenjang SD bisa langsung melanjutkan ke jenjang SMP. "Ini merupakan wujud pendidikan dasar," ungkapnya.
Untuk selanjutnya, jelas dia, evaluasi dan ujian siswa diserahkan kepada sekolah atau daerah masing-masing. Nantinya, hasil evaluasi atau ujian tersebut akan tidak dijadikan sebagai standar kelulusan siswa. Pasalnya untuk jenjang SD setiap peserta didik diwajibkan untuk melanjutkan ke jenjang SMP. "Nantinya jika daerah berkenan untuk mengatur ujian tingkat daerah ya silakan," ungkapnya.
Hasil evaluasi atau ujian berbasis sekolah atau daerah itu nantinya akan menjadi dasar untuk masuk ke SMP. "Itu bisa digunakan untuk masuk ke SMP. Siswa yang nilainya bagus bisa masuk ke SMP yang bagus," tutur Mungin.
Akan tetapi, semua itu harus disesuaikan dengan jumlah daya tampung SMP di masing-masing daerah. "Kalau misalnya di setiap kecamatan ada SMP, diharapkan bisa menampung semuanya," imbuhnya.
Lebih lanjut dia Mungin menjelaskan, bagi siswa yang memiliki nilai kurang pada mata pelajaran atau kompetensi tertentu, khususnya dalam evaluasi dan ujian tersebut, sekolah mempunyai tanggungjawab untuk melakukan remidi atau pembelajaran tambahan dengan metode-metode tertentu.
"Sebenarnya kelulusan itu jika sudah menuntaskan pembelajaran dan menuntaskan kompetensi dasar, oleh karena itu kalau ada yang kurang bisa dilakukan perbaikan dengan remidi, sehingga bisa mencapai kompetensi yang diharapkan," katanya.

0 komentar: