Panduan Membuat RPP kurikulum 2013

Berikut ini kami jabarkan Cara Menyusun atau Panduan Membuat RPP Kurikulum 2013yang penting bapak-ibu guru pelajari karena kurikulum2006 /KTSP sudah digantikan dengan kurikulum 2013.
Dalam Panduan Membuat RPP kurikulum 2013 ini pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu seperangkat rencana yang menjadi pedoman guru dalam melaksanakan tahapan pembelajaran. Namun kenyataan banyak guru beranggapan bahwa menyusun RPP tidak penting. Bagi mereka, yang terpenting adalah masuk di kelas dan siswa mendapat pelajaran.
Pemikiran demikian ini perlu menjadi perhatian para Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah. Suatu hal yang tidak bisa ditawar, bahwa RPP wajib disusun oleh guru sebelum guru masuk kelas. Karena dengan adanya
perencanaan guru telah menetapkan segala keperluan serta metode yang harus diterapkan ketika melaksanakan pembelajaran termasuk dapat mengelolah waktu secara efisien. Dengan demikian memungkinkan tujuan pembelajaran mudah dicapai.
Oleh karena itu diperlukan model RPP yang memenuhi standar minimal. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka bahan belajar penyusunan RPP ini disusun mengacu padaPermendikbud Nomor 81A Tahun 2013 tentang implementasi kurikulum 2013 khususnya pedoman umum pembelajaran.
Dalam Permendikbud ini dinyatakan bahwa Rencana pelaksanaan pembelajaran adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. RPP kurikulum 2013 mencakup :
  1. Data sekolah, matapelajaran, dan kelas/semester;
  2. Materi pokok; 
  3. Alokasi waktu; 
  4. Tujuan pembelajaran, KD dan indikator pencapaian kompetensi; 
  5. Materi pembelajaran; metode pembelajaran; 
  6. Media, alat dan sumber belajar; 
  7. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran; dan 
  8. Penilaian.
Setiap guru di setiap satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP untuk kelas di mana guru tersebut mengajar (guru kelas) di SD dan untuk guru matapelajaran yang diampunya untuk guru SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran, dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan secara mandiri atau secara berkelompok.
Penjelasan tentang Panduan Membuat RPP kurikulum 2013 ini merupakan ringkasan materi dari TOT Implementasi Kurikulum 2013 Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SD/SMP/SMA/SMK Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan 2013, dan kalau dijelaskan semuanya di artikel ini pastilah tidak cukup tempat, jadi silakan bapak ibu guru download saja panduan lengkapnya di Download Panduan Membuat RPP kurikulum 2013dalam format pdf sehingga akan memudahkan dalam membaca, mempelajari dan membuat RPP kurikulum 2013. Untuk contoh RPP SD bisa di klik di RPP SD 2013. Demikian informasi tentang Panduan Membuat RPP kurikulum 2013 semoga bermanfaat.


1 komentar:

Permendikbud 81A Tahun 2013, Implementasi Kurikulum

baru kurikulum 2013Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum ini memuat tentang beberapa hal yaitu :
  • Pedoman Penyusunan dan Pengelolaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
  • Pedoman Pengembangan Muatan Lokal.
  • Pedoman Kegiatan Ekstrakurikuler.
  • Pedoman Umum Pembelajaran.
  • Pedoman Evaluasi Kurikulum.
Peraturan tersebut menyangkut pelaksanaan penyelenggaraan kurikulum 2013 yang sudah diberlakukan di beberapa sekolah sasaran mulai tahun pelajaran 2013/2014 sekarang ini. Adapun isi dari Permendikbud No 81A beserta lampirannya dapat anda download pada link berikut ini.
  1. Permendikbud No 81A tahun 2013 tentang Implementasi kurikulum.
  2. Pedoman Penyusunan dan Pengelolaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
  3. Pedoman Pengembangan Muatan Lokal.
  4. Pedoman Kegiatan Ekstrakurikuler.
  5. Pedoman Umum Pembelajaran.
  6. Pedoman Evaluasi Kurikulum.
Semoga bermanfaat


0 komentar:

Workshop Implementasi Kurikulum 2013

A.      Latar Belakang
Pendekatan tematik yang akhir –akhir ini digulirkan dan disosialisasikan di lapangan memerlukan penjelasan yang cukup rinci. Apa dan bagaimana pembelajaran tematik  yang dikehendaki pemerintah (Sistem Pendidikan Nasional) tentunya diawali dari ruang lingkup berbagai mata pelajaran. Dalam kajian atau kupasan ini diperlukan motivasi, kontribusi,dan adaptasi antara guru dan siswa, karena suatu model pembelajaran ada kemungkinan cocok di kelas A belum tentu cocok di kelas B.
Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan pembelajaran tematik

integratif, pembelajaran model ini mengintegrasikan berbagai kompetensi dari beberapa mata pelajaran ke dalam tema – tema.
                 Kepala sekolah mempunyai peran yang sangat strategis dalam peningkatan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan. Sekolah akan baik apabila dilakukan oleh kepala sekolah yang baik, Kepala sekolah yang baik akan terwujud apabila ditangani oleh kepala sekolah yang mempunyai kepemimpinan yang potensial. Sebagai konsekuensinya kepala sekolah harus merupakan orang-orang yang terpilih dari sisi kualifikasi maupun kompetensinya sebagaimana yang dimaksud oleh Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007.
          Dalam rangka penyelenggaraan kegiatan workshop ini, maka disusun panduan kegiatan yang terstruktur dan terprogram untuk memperlancar dan mensukseskan kegiatan ini sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

B.           Dasar  
Dasar pelaksanaan workshop ini adalah :
1.             Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2.             Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
3.             Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
4.             Permendiknas RI Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.
5.             Permendiknas RI Nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan.

C.      Tujuan
Tujuan workshop Implementasi Kurikulum 2013 adalah memberikan bekal kepada kepala sekolah dan guru  dalam administrasi, proses pembelajaran, dan evaluasi.

D.      FASILITATOR/NARA SUMBER
Fasilitator da nara sumber  adalah mereka yang sudah berpengalaman dan ahli dalam bidangnya dari PPPPTK  PKn dan IPS Malang, serta nara sumber dari Kabupaten Cilacap.

E.       WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Pelaksanaan  Workshop Implementasi Kurikulum 2013 ini dilaksanakan pada hari Jumat, 25 Oktober s.d.  Sabtu, 26 Oktober 2013 dengan mengambil tempat di SD Negeri Danasrilor 01Alamat : Desa Danasrilor Kec. Nusawungu

F.      SASARAN/PESERTA
Sasaran  Workshop Implementasi Kurikulum 2013 adalah Guru kelas I, Guru kelas IV dan Kepala Sekolah. Secara keseluruhan peserta workshop kurikulum 2013 berjumlah 150 orang dengan perincian Kepala sekolah 50 orang, guru  kelas I 50 0rang  dan guru kelas IV 50 orang 




0 komentar:

UPT Disdikpora Kec. Nusawungu gelar Workshop Implementasi Kurikulum 2013

A.      Latar Belakang
Pendekatan tematik yang akhir –akhir ini digulirkan dan disosialisasikan di lapangan memerlukan penjelasan yang cukup rinci. Apa dan bagaimana pembelajaran tematik  yang dikehendaki pemerintah (Sistem Pendidikan Nasional) tentunya diawali dari ruang lingkup berbagai mata pelajaran. Dalam kajian atau kupasan ini diperlukan motivasi, kontribusi,dan adaptasi antara guru dan siswa, karena suatu model pembelajaran ada kemungkinan cocok di kelas A belum tentu cocok di kelas B.
Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan pembelajaran tematik

Read More »

SUHU PANAS AKIBAT PERALIHAN MUSIM

HUMAS CILACAP. Suhu udara panas yang terjadi di wilayah Kabupaten Cilacap, Banyumas dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir maksimum mencapai 31 derjat celcius. Akibat hawa panas ini membuat ketidaknyamanan setiap orang karena merasa kegerahan.
Berdasarkan catatan pada Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, suhu minimumnya saat ini bisa mencapai 27 derajat celcius. Ini diluar kewajaran dari hari-hari biasa yang hanya dalam kisaran 21 derajt celcius. Kondisi inilah yang menyebabkan udara panas sangat terasa bahkan sekalipun pada pagi hari.


Kepala Kelompok Teknisi pada Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo menerangkan, peningkatan suhu udara yang mencapai 31 derajat celcius ini sebagai akibat dari terjadinya masa transisi (peralihan) musim dari kemarau ke penghujan.
Tidak hanya suhu panas, tetapi dalam masa peralihan ini masyarakat juga diminta mewaspadai adanya ancaman cuaca ekstrim dan peluang terjadinya angin kencang. "Kondisi ini terjadi karena mundurnya musim hujan. Prediksi kami seharusnya hujan sudah turun pada 10 hari pertama Oktober 2013. Tapi mundur" ungkap Teguh.
Seharusnya pada dasarian pertama Oktober kemarin, curah hujannya sudah mencapai 50 mili meter tetapi sampai sekarang baru kisaran 10 mm.
Selain suhu udara yang cenderung meningkat, ancaman lainnya adalah tumbuhnya awan Comulunimbus. Awan ini menurutnya dipicu karena terjadinya angin puting beliung, hujan deras secara tiba-tiba atau hujan yang disertai dengan petir. (AP)


0 komentar:

Kode Registrasi Aplikasi Dapodik v 2.0 Tahun 2013


Kode registrasi aplikasi dapodik terbaru v 2.0 tahun 2013 berbeda dengan kode registrasi aplikasi dapodik tahun sebelumnya. Kode registrasi sebagai kunci untuk memuat data sekolah. Kode registrasi aplikasi dapodik 2013 akan dibagikan oleh KK-DATADIK (Dinas Pendidikan) masing-masing daerah.

Pastikan Operator sekolah menggunakan kode registrasi sekolahnya sendiri dan tidak membagi atau memberitahu kode registrasi ini pada pihak yang tidak berkepentingan. Kode registrasi digunakan pada saat aktivasi aplikasi dapodik 2013 di komputer atau laptop.

Untuk dapat menjalankan aplikasi dapodik 2013, dibutuhkan perangkat keras (komputer) dengan spesifikasi minimum: processor minimal Pentium IV, memory minimal 512 MegaByte, storage tersisa minimal 100 MegaByte, dan CD/DVD drive jika instalasi melalui media CD/DVD.

Sedangkan spesifikasi perangkat lunak (software) yang diperlukan adalah: Microsoft Windows Operating System (Windows XP SP2, Windows Vista, Windows 7, Windows 8, atau Windows Server 2003 atau yang terbaru). Aplikasi dapodik terbaru ini juga membutuhkan Browser Internet Modern (Firefox, atau Chrome).

Sekolah hanya memiliki satu akun untuk mengakses aplikasi dan sekolah memiliki kode registrasi yang baru, yaitu hasil enkripsi dari kode registrasi sebelumnya. Peran Operator Sekolah adalah menyebarkan formulir pendataan kepada sekolah, PTK, dan siswa dalam rangka mendapatkan data untuk dientri ke dalam aplikasi dan mengirimnya ke server melalui aplikasi dapodik 2013. 

Sumber: http://www.sekolahdasar.net

1 komentar:

UN Tetap Digelar Tahun Depan

Jakarta (Dikdas): Ujian Nasional tetap akan digelar pada tahun ajaran mendatang. Hal itu ditegaskan dalam sidang kelompok pada Kamis malam, 26 September 2013, disela Konvensi Ujian Nasional. 

Demikian ditegaskan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan Prof. Musliar Kasim, M.S saat memberikan sambutan pada penutupan Konvensi UN yang diselenggarakan di Gedung D lantai 3, Kompleks Kemdikbud, Senayan, Jakarta, Jumat pagi, 27 September 2013. 

“Kita betul-betul sudah menghayati, kalau kita ingin meningkatkan kualitas pendidikan, perlu ada ujian yang mengukur kompetensi peserta didik diakhir dia (siswa) belajar di satuan pendidikan,” ujarnya. “Kalau tidak begitu, tidak ada gunanya.”

Ujian Sekolah, lanjut Musliar, tak cukup memadai untuk mengukur kompetensi siswa.

Sementara UN sebagai faktor kelulusan siswa, ditetapkan proporsi nilai UN dan US 60:40. Secara bertahap proporsi tersebut akan dinaikkan tiap tahun.    

“Itu langkah luar biasa yang diambil. Itu betul-betul hasil rumusan yang dibuat oleh peserta yang kita undang,” ungkap Musliar.

Selain proporsi kelulusan, Konvensi UN juga menghasilkan sejumlah kesepakatan, misalnya tentang penggandaaan soal dan pelibatan perguruan tinggi sebagai pengawas. 

“Sebagian besar butir-butir itu akan kita masukkan ke dalam POS (Prosedur Operasi Standar). Sebelum POS disahkan definitif, kita kirimkan ke Kepala Dinas Provinsi untuk menerima masukan,” ujar Musliar. 

Konvensi UN digelar Kemdikbud pada 26-27 September 2013. Acara dihadiri pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemdikbud, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Rektor, Badan Standar nsional Pendidikan, Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Swasta, dan Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota.

“Saya sangat menghargai apa yang sudah kita lakukan dan pikirkan bersama. Mudah-mudahan semangat ini kita jaga,” tegasnya. “Bukan semangat bagaimana anak di daerah kita lulus 100 persen tanpa harus diperhatikan kompetensinya saat ia belajar di satuan pendidikan.”* (Billy Antoro)

0 komentar:

Passing Grade Seleksi CPNS Segera Ditetapkan

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Azwar Abubakar mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menetapkan passing grade (ambang batas kelulusan)  tes CPNS, baik yang menggunakan sistem computer assisted test (CAT) maupun sistem lembar jawab komputer (LJK).
 
Penetapan passing grade itu tetap diperlukan setelah tahun lalu hal serupa juga dilakukan untuk pertama kalinya dalam sejarah. Namun mengenai besarannya, sampai saat ini memang belum ditetapkan. Hal itu dikatakan, menjawab pemberitaan di sejumlah media yang menyatakan bahwa instansi ini telah memasang passing grade 400. “Instansi yang sudah melaksanakan tes dengan sistem CAT masih sedikit, dan baru selesai November,” ujar Menteri menjawab wartawan di kantornya, Jumat (04/10).
 
Penetapan passing grade merupakan upaya untuk menjaring putera-puteri terbaik bangsa menjadi CPNS. Namun upaya tersebut juga perlu mempertimbangkan kondisi di lapangan. “Karena itu tanggal delapan Oktober nanti Panselnas akan menggelar   rapat untuk mendapatkan masukan dari sejumlah pihak guna penetapan passing grade,” ujar Deputi SDM Aparatur Kemenetrian PANRB Setiawan Wangsaatmadja.
 
Dikatakan, pelaksanaan tes dengan sistem CAT baru berjalan sepekan dari sekitar dua bulan yang dijadwalkan, dan baru dilaksanakan oleh beberapa kementerian/lembaga. Panselnas akan mengambil sampel dari beberapa kementerian/lembaga, sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan passing grade. “Kami mengirimkan tim untuk memantau di lapangan, yang setiap saat melaporkan hasilnya,” tambahnya.
 
Tim tersebut antara lain dari tim quality assurance (QA) dari perguruan tinggi, dan ada tim audit teknologinya yakni dari BPPT. Sebagian laporan sudah masuk, tetapi masih banyak yang belum sampai ke meja Deputi SDM Aparatur. Menurut Setiawan, ada beberapa opsi passing grade. Apakah akan ditetapkan secara nasional, atau per kementerian/lembaga atau ada opsi lain.
 
Menjawab wartawan, dia menghatakan, bisa saja passing grade ditetapkan sebelum dilaksanakan tes. Tetapi semua itu harus diperhitungkan untung ruginya. Kalau ditetapkan di depan dengan sngka tinggi misalnya, jangan-jangan yang lolos hanya sedikit sehingga banyak formasi yang kosong. Selain itu, banyak instansi pemerintah yang akan melaksanakan tes kompetensi bidang setelah TKD. “Apakah akan diambil tiga kali formasi, atau lima kali formasi. Sebab syarat untuk bisa ikut TKB harus sudah lulus TKD. Ini juga menjadi pertimbangan kami,” tambahnya.
 
Sebagai gambaran, dalam tes dengan sistem CAT yang dilakukan BKN tahun lalu, passing gradenya ditetapkan 275. Apakah angka itu akan digunakan lagi, atau mau dinaikkan atau diturunkan, masih banyak yang harus dipertimbangkan. “Kalau passing grade 275, berarti setara dnegna nilai lima setengah. Kalau mau angka enam, mungkin pada skor 300,” tutur Setiawan.
 
Dari hasil CAT yang diselenggarakan Kementerian PANRB, skor tertinggi mencapai angka 383 dari skor maksimal 500.  “Kalau skornya 400 berarti nilainya delapan, sedangkan poin 250 nilainya lima. Paling tidak nilai enam atau tujuh, tidak boleh lima,” ungkapnya.
 
Hingga Jumat, sudah ada beberapa instansi yang mengelar CAT, seperti Kemenlu, Kemenko Polhukkam, Bapeten dan lain-lain.  Dengan sistem CAT, tidak ada peluang lagi bagi pihak-pihak yang akan bermain, karena hasilnya langsung bisa dilihat. “Mana bisa ada permainan sementara tesnya dengan komputer. Siapapun bekingannya tidak akan bisa mengubah hasilnya,” imbuhnya.
 
Dengan dilaksanakannya oleh 70 instansi, menunjuukan bahwa respon kementerian/lembaga serta pemda untuk melaksanakan selsksi CPNS secara bersih, obyektif, transparan, adil, bebas dari KKN dan tanpa dipungut biaya, sangat baik. Pemerintah optimis, tahun depan, semua instansi baik pusat maupun daerah dapat menggelar tes penerimaan CPNS dengan menggunakan CAT. (bby/HUMAS MENPANRB)

0 komentar:

Kisi-Kisi Soal CPNS 2013

Kisi-kisi soal cpns CAT dan Lembar Jawab Komputer (LJK) 2013 yang akan dikerjakan oleh keseluruhan peserta pelamar dalam proses pendaftaran cpns tahun 2013 adalah juga merupakan bagian dari rekrutmen calon pegawai negeri sipil di tahun anggaran 2013-2014 ini. Setelah selesai dalam pelaksaan tes cpns dengan sistem komputer (CAT) ini maka pemerintah juga akan mengumumkan dan memberikan pengumuman hasil kelulusan tes cpns tahun 2013 yang rencananya akan diberikan pada bulan desember 2013 ini.
Setiawan Wangsaatmaja sebagai Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) telah mengatakan, bahwasannya pelaksanaan tes CPNS akan dibagi dalam dua metode. Yaitu sitem yang menggunakan LJK dan sistem CAT (Computer Assisted Test) pada seleksi calon pegawai negeri sipil tahun ini.

Pemerintah telah membuka seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil ( CPNS ) baru di tahun 2013 ini. Kuota CPNS tahun 2013 sejumlah 60.000 yang dapat disaring melewati beberapa tahapan tes CPNS, yang pada tahun ini maka para pelamar CPNS harus lulus tes kompetensi dasar ( TKD )serta tes kompetensi bidang ( TKB ), cocok dalam hal bidang tugas tiap-tiap jabatan masing-masing formasi cpns.

Kisi-Kisi Soal TKD (CAT) CPNS 2013

Bocoran kisi soal cpns CAT akan terdiri dari soal-soal antara lain sebagai berikut :
  1. Tes Wawasan Kebangsaan ( TWK ). Kumpulan soal CPNS ini ditujukan untuk menilai penguasaan pegetahuan serta kekuatan mengimplementasikan nilai-nilai 4 pilar kebangsaan Indonesia, yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, serta NKRI. NKRI ini meliputi sistem tata negara, baik pusat ataupun tempat, histori perjuangan bangsa, fungsi Bangsa Indonesia di dalam tatanan regional ataupun Internasional, serta kekuatan dalam pemahaman berbahasa indonesia dengan baik dan benar.
  2. Tes Intelegensi Umum ( TIU ). Tes ini ditujukan untuk menilai kekuatan verbal, yaitu kekuatan saat menyampaikan informasi dengan lisan ataupun catat, kekuatan numeric, yaitu kekuatan lakukan operasi perhitungan angka serta lihat jalinan di antara angka-angka. Kumpulan soal CAT ini juga akan berlaku bagi pelamar umum dan juga cpns honorer Kategori II pada tahun ini.
  3. Tes Karakteristik Pribadi ( TKP ).Contoh soal cpns seperti dalam bagian ini ditujukan untuk menilai integritas diri, motivasi berprestasi, kreativitas serta inovasi, tujuan pada service serta orang lain, kekuatan beradaptasi, mengendalikan diri, bekerja mandiri serta tuntas, tekad serta kekuatan studi berkepanjangan, kekuatan bekerja bersama didalam grup, serta kekuatan menggerakkan serta mengkoordinir orang lain.
Tes Kompetensi Bidang (TKB)
Untuk soal TKB ini ditentukan oleh masing-masing Instansi yang melakukan seleksi penerimaan cpns di tahun 2013-2014 ini. Bila dalam bagian kesehatan, maka hal ini akan diserahkan kepada Kementrian Kesehatan, bila terkait dengan soal-soal cpns dosen dan cpns Kemendikbud maka diserahkan kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Soal CAT CPNS tahun 2013 akan terdiri dari 100 soal. Terdiri dari 35 soal tes wawasan kebangsaan (TWK), 30 soal tes intelegensia umum (TIU), dan 35 soal tes karakteristik pribadi (TKP). Untuk soal-soal CPNS 2013 dalam ranah TWK dan TIU, kalau salah maka nilainya adalah nol, kalau betul nilainya 5.

Penyusunan masalah serta pengolahan hasil TKD dikerjakan oleh panitia pengadaan CPNS nasional, dibantu oleh tim pakar dari konsorsium perguruan tinggi. Untuk tahun ini, pengolahan hasil TKD akan memakai computer assisted test ( CAT ).

Penentuan kelulusan TKD, didasarkan pada nilai ambang batas kelulusan ( passing grade )yang ditetapkan oleh menteri PAN-RB berdasarkan atas rekomendasi dari tim ahli / konsorsiumperguruan tinggi negeri. Namun TKB, cuma untuk peserta seleksi yang sudah dinyatakan lulus TKD.

CPNS yang diharapakan dari seleksi itu yaitu memiliki karakteristik pribadi sebagai penyelenggara service pada masyarakat serta dapat bertindak sebagai perekat NKRI. Disamping itu, juga mempunyai intelegensi yang tinggi untuk pengembangan kapasitas serta kinerja organisasi pemerintah, dan mempunyai keterampilan

0 komentar:

Soal Tes CPNS Banyak Menjebak

Men PAN-RB Minta Honorer Hati-hati
Rabu, 16/10/2013 11:48 WIB


Jakarta, Padek—Pelaksanaan ujian tu­lis atau tes kompetensi dasar (TKD) re­krutmen CPNS baru semakin dekat. Jad­­­wal resmi yang dikeluar­kan Ke­men­­­terian Penda­yagunaan Apa­ratur Ne­­gara dan Refor­masi Birokrasi (Ke­­men PAN-RB) menye­but­kan TKD di­gelar 3 No­vem­ber 2013.

Menteri PAN-RB Azwar Abu­bakar me­­­nuturkan, selu­ruh peserta ujian CPNS tidak boleh me­remeh­kan soal yang akan diujikan. ”Khu­­sus pelamar ke­lompok te­naga honorer kategori II (K2) juga diminta tidak me­re­­­­mehkan,” ka­­tanya. Az­war me­­­nuturkan, scoringatau pe­­ni­laian hasil ujian pelamar ho­­­no­rer itu tetap dari soal ujian yang di­ker­­ja­kan. Bukan dari lama me­­reka me­ngab­­di sebagai tenaga ho­norer.

 ”Kami berupaya benar-benar me­nya­ring tenaga honorer K2 berda­sar­kan kualitas kompetensinya,” ujar Az­war. Saat ini Kemen PAN-RB mem­per­kirakan jumlah tenaga honorer K2 di se­­luruh instansi mencapai 500 ribu orang lebih.

Tetapi untuk tahun ini, kuota pe­­ngangkatannya hanya sekitar se­­­pertiganya atau 150 ribu for­masi.

Ilustrasi (Net. ist)Azwar berharap tenaga ho­no­­rer mempersiapkan diri meng­ha­dapi ujian sejak dini. Dia me­ngatakan pengalaman tahun lalu banyak sekali soal-soal ujian yang mengecoh peserta ujian. Se­hingga para peserta ujian TKD men­dapatkan nilai di bawah am­bang batas atau passing gra­de kelulusan. Materi ujian tu­lis TKD yang akan diujikan ter­diri dari wa­­wasan kebang­saan, inte­le­gen­sia umum, dan karak­teristik pri­badi. “Semua kategori soal ujian itu harus dipelajari,” katanya.

Saat ini muncul tudingan bah­wa pemerintah sengaja mem­­­persulit pengangkatan te­naga honorer K2. Pengang­­katan ini berbeda jauh dengan tenaga ho­norer kategori I yang diangkat lang­sung menjadi CPNS tanpa tes. Tetapi Azwar menampiknya. Dia menyebut skema pengang­ka­tan honorer K2 de­ngan ujian tu­lis ini sudah seadil-adilnya.

”Siapa yang berhak ya diang­kat menjadi CPNS. Tetapi yang ti­dak, ya tidak diangkat,” kata­nya. Keputusan pengangkatan me­lalui ujian tulis itu diambil ka­rena jumlah tenaga honorer K2 sa­ngat banyak. Kondisi itu terja­di karena instansi selama ini se­enaknya merekrut pegawai tan­pa melalui prosedur rekrutmen CPNS resmi.

Khusus Pemprov Sumbar ta­hun ini, jumlah tenaga honorer me­ngikuti ujian 92 orang, terdiri dari 86 orang kategori K2, dan 6 orang K1. Tenaga honorer ini wa­jib mengikuti dua tes, yakni Tes Kemampuan Dasar (TKD) dan Tes Kemampuan Bidang (TKB) menggunakan sistem CAT. Saat ini Pemprov Sumbar sudah mulai mendistribusikan nomor ujian kepada peserta ujian.

Sedangkan jalur pelamar umum, Pemprov Sumbar mere­krut 193 orang, Kepulauan Men­tawai 141 orang, Solok Sela­tan 100 orang, Padangpanjang 50 orang, Pasaman 40 orang, Sa­wah­­­lunto 50 orang, dan Dhar­mas­raya 50 orang. Di mana, Pem­kab Dharmasraya dan Pem­ko Sawahluto juga meng­gu­na­kan sistem CAT. Sedangkan ho­no­rer K2 di empat kota lain­nya, meng­gunakan sistem LJK.

Rekrutmen Dosen PTS Disoal

Di sisi lain, sistem penetapan do­sen tetap di kampus swasta di­soal. Pengelola kampus swasta me­ngeluhkan sistem rekrutmen do­sen tetap yang kian rumit. Kon­disi ini dikhawatirkan bisa ber­dampak pada kualitas pem­be­lajaran di kampus swasta.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Edy Suandi Hamid menuturkan, re­krutmen dosen tetap di kam­pus swasta sangat dilematis. “Di antaranya adalah pembatasan usia, terutama untuk guru be­sar,” kata dia kemarin. Sehing­ga saat ini kecenderungannya kam­pus swasta merekrut dosen-do­sen pensiunan PNS. Dari segi re­gene­rasi, sistem ini tentu tidak baik.

Rektor Universitas Islam Indo­nesia (UII) itu menuturkan, Di­rektorat Jenderal Pendidikan Ting­gi (Ditjen Dikti) Kemen­dik­bud supaya meninjau kem­bali kebijakan penetapan dosen tetap di kampus swasta. “Khususnya ti­dak membatasi usia dosen yang masih produktif,” katanya. Se­lain itu juga tidak mencabut no­mor induk dosen nasional (NIDN) bagi yang diangkat men­jadi dosen tetap kampus swasta.

Kampus swasta berharap Kemendikbud bisa memberikan pe­raturan pengangkatan dosen te­tap yang lebih longgar. Edy me­ngatakan, aturan-aturan yang diterbitkan pemerintah ja­ngan sampai menimbulkan rasa dis­kriminasi dengan kam­pus ne­geri. Saat ini diatur bah­wa re­krut­men guru tetap di PTS mak­simal berusia 50 tahun. Dengan kondisi itu, banyak guru besar yang masih aktif menjadi dosen di kampus negeri.

Edy menegaskan ketentuan tentang pengangkatan dosen te­tap di PTS merupakan salah sa­tu dari sekian banyak perso­alan ­ta­ta kelola pendidikan tinggi. Dia me­n­uturkan pada periode Ke­men­dikbud saat ini (2009-2014), banyak dikeluarkan surat eda­ran (SE) Dirjen Dikti tentang pe­ngelolaan perguruan tinggi yang sifatnya mengatur.

”Kondisi ini menunjukkan ada­nya kesemrawutan tertib hu­kum pada Kemendikbud,” ka­ta dia. Banyaknya SE yang ber­sifat me­ngatur itu menun­juk­kan pe­me­rintah tidak siap mener­bit­kan peraturan pemerintah (PP) dan peraturan menteri (Permen) yang lebih operasional. Edy me­ngatakan penerbitan SE Dir­jen Dikti sering kali terkesan me­le­mahkan manajemen di PTS.

Edy mengatakan jajaran PTS lebih suka jika Kemendikbud mengeluarkan PP atau Permen yang mengedepankan aspek pembinaan dan pengawasan. “Bukan aspek regulasi yang sa­ngat memberatkan dan me­mak­sakan kehendak secara sepihak (dari pemerintah) dan terkesan melemahkan PTS,” tandasnya.(wan/jpnn)

0 komentar:

Uji Publik Kurikulum 2013: Penyederhanaan, Tematik-Integratif

Pengembangan Kurikulum 2013 dilakukan dalam empat tahap. Pertama, penyusunan kurikulum di lingkungan internal Kemdikbud dengan melibatkan sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu dan praktisi pendidikan. Kedua, pemaparan desain Kurikulum 2013 di depan Wakil Presiden selaku Ketua Komite Pendidikan yang telah dilaksanakan pada 13 November 2012 serta di depan Komisi X DPR RI pada 22 November 2012.
Ketiga, pelaksanaan uji publik guna mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu cara yang ditempuh selain melalui saluran daring (on-line) pada laman http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id , juga melalui media massa cetak. Tahap keempat, dilakukan penyempurnaan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Kurikulum 2013.
Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.
Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.
Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.
Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Paparan ini merupakan bagian dari uji publik Kurikulum 2013, yang diharapkan dapat menjaring pendapat dan masukan dari masyarakat.

Menambah Jam Pelajaran
Strategi pengembangan pendidikan dapat dilakukan pada upaya meningkatkan capaian pendidikan melalui pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi; efektivitas pembelajaran melalui kurikulum, dan peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru; serta lama tinggal di sekolah dalam arti penambahan jam pelajaran.
gambar1
skema1
Skema 1. menyajikan tentang Strategi Peningkatan Efektivitas Pembelajaran. Sedang gambar 1. menggambarkan tentang strategi meningkatkan capaian pendidikan, yang digambarkan melalui sumbu x (efektivitas pembelajaran melalui kurikulum, dan peningkatan kompetensi dan prefesionalitas guru), y (pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi) dan z (lama tinggal di sekolah dalam arti penambahan jam pelajaran).
Rasionalitas penambahan jam pelajaran dapat dijelaskan bahwa perubahan proses pembelajaran (dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu) dan proses penilaian (dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output) memerlukan penambahan jam pelajaran. Di banyak negara, seperti AS dan Korea Selatan, akhirakhir ini ada kecenderungan dilakukan menambah jam pelajaran. Diketahui juga bahwa perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat. Bagaimana dengan pembelajaran di Finlandia yang relatif singkat. Jawabnya, di negara yang tingkat pendidikannya berada di peringkat satu dunia, singkatnya pembelajaran didukung dengan pembelajaran tutorial yang baik.
Penyusunan kurikulum 2013 yang menitikberatkan pada penyederhanaan, tematik-integratif mengacu pada kurikulum 2006 di mana ada beberapa permasalahan di antaranya; (i) konten kurikulum yang masih terlalu padat, ini ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak; (ii) belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional; (iii) kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan; beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum; (iv) belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global; (v) standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru; (vi) standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala; dan (vii) dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.
skema2
skema3
Skema 2 menggambarkan tentang kesenjangan kurikulum yang ada pada konsep kurikulum saat ini dengan konsep ideal. Kurikulum 2013 mengarah ke konsep ideal. Sedang skema 3 menjelaskan alasan terhadap pengembangan kurikulum 2013

0 komentar: